Selasa, 19 Mei 2009

dinda

DINDA…….
Dinda, jangan kau goda mata ini dengan dandanan yang banyak membuka aurat mu………
Jangan sampai aku tak sanggup menahan nafsu hingga Allah membenci ku……..
Dinda jangan keluarkan kata merdu dari kalbu mu……
ku takut jantung ini berdetak tak beraturan hingga gejolak darah muda tak mampu ku tahan….
Dinda….. Jangan beri sedikitpun kesempatan pada ku tuk menyentuh mu, karena itu awal dari nafsu menguasai ku yang akan selalu menagih jika aku bertemu dengan mu.
Dinda… Jangan mau jika ku ajak pergi berduaan, karena aku takut curi-curi kesempatan hingga terbuai oleh syahwat yang terus memburu kenikmatan semu.
Aku ingin kedekatan kita bukan malah menjauhkan kita dari Syurga…. Aku tak ingin kedekatan ini membuahkan kita berdua masuk neraka…..
Andai aku bukan yang terbaik untuk mu, ku rela lepaskan atribut cinta ku pada mu… Demi tuk menjadi yang terbaik bagi Allah.
Biarlah aku menangis menahan rindu gejolak nafsu pada mu demi ketakutan ku dari siksa Rabb-ku

Minggu, 10 Mei 2009

sayang aku numpang nulis

Malam ini kau tersenyum
Begitu lembut dalam guratan wajahmu
Bahkan rembulan pun menundukkan cahayanya
Dalam kesayuan dirimu

Lalu, kulukiskan parasmu dalam sebuah puisi
Yang perlahan kusapu dengan usapan kehangatan
Kemudian kutorehkan sebuah kecupan manis
Bercahaya dengan tinta kelembutan

Daftar Blog Saya